TUGAS PBSI ESAI
Nama: Juliyanti Rahayu
Kelas: X MIPA 4
Tanggal/Hari: Minggu, 5 Juni 2022
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Secara etimologis, pengertian Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata, Panca dan Sila. Pengertian Pancasila yaotu, Panca berarti lima dan Sila berarti dasar. Sila juga diartikan sebagai aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun); akhlak dan moral.
Menurut Prof. Darji Darmodiharjo, SH (dalam Kaderi), pengertian Pancasila telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit pada abad XIV. Istilah Pancasila terdapat pada buku Negarakertagama Karangan Empu Prapanca, dan buku Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam buku Sutasoma ini pengertian Pancasila di samping mempunyai arti “berbatu sendi yang lima” (dari bahsa Sansekerta) dia juga mempunyai arti pelaksanaan Kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila kemudian diangkat lagi oleh Soekarno saat merumuskan dasar negara Indonesia pasca kemerdekaan.
Secara terminologi pengertian Pancasila dapat diartikan sebagai lima prinsip dasar negara. Pasca kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, keesokan harinya PPKI mengadakan sidang sebagai sarana untuk melengkapi alat-alat kelengkapan negara yang telah merdeka. Dalam sidang tersebut telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal dengan nama UUD 1945.
Pada saat sidang pengesahan UUD 1945 beserta Pembukaannya oleh PPKI, naskah Pancasila yang terdapat dalam bagian Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Pesatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rumusan Pancasila sebagaimana tecantum dalam pembukaan UUD 1945 inilah yang secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI.
Fungsi dan Kedudukan Pancasila
Setelah mengetahui pengertian Pancasila, kamu juga perlu mengenali fungsi dan kedudukannya. Berikut merupakan fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara:
Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
Sebagai nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat bangsa Indonesia melalui penjabaran instrumental sebagai acuan hidup yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai serta sesuai dengan napas jiwa bangsa Indonesia dan karena Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Merupakan bentuk peran dalam menunjukan adanya kepribadian bangsa Indonesia yang dapat di bedakan dengan bangsa lain, yaitu sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
Sebagai nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat bangsa Indonesia melalui penjabaran instrumental sebagai acuan hidup yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai serta sesuai dengan napas jiwa bangsa Indonesia dan karena Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Merupakan bentuk peran dalam menunjukan adanya kepribadian bangsa Indonesia yang dapat di bedakan dengan bangsa lain, yaitu sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
Merupakan kristalisasi pengalaman hidup dalam sejarah bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai norma, dan etika yang telah melahirkan pandangan hidup.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia
Untuk mengatur tatanan kehidupan bangsa Indonesia dan negara Indonesia, yang mengatur semua pelaksanaan sistem ketatanegaraan Indonesia sesuai Pancasila.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum bagi negara Republik Indonesia
Sebagai segala sumber hukum di negara Indonesia karena segala kehidupan negara Indonesia berdasarkan Pancasila, juga harus berlandaskan hukum. Semua tindakan kekuasaan dalam masyarakat harus berlandaskan hukum.
Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara
Karena pada waktu mendirikan negara Pancasila adalah perjanjian luhur yang disepakati oleh para pendiri negara untuk dilaksanakan, pelihara, dan dilestarikan.
Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa indonesia
Dalam Pancasila mengandung cita-cita dan tujuan negara Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai patokan atau landasan pemersatu bangsa.
Makna Lambang Pancasila
Pengertian Pancasila tentunya belum lengkap tanpa mengenali makna lambang-lambangnya. Lambang Pancasila adalah seekor burung Garuda yang memliki makna kekuatan dengan warna emas sebagai simbol kemuliaan. Di dalamnya terdapat perisai dengan lambang 5 sila yang mewakili sila-sila dalam Pancasila. Berikut makna lambang dari masing-masing sila Pancasila:
1. Sila Pertama
Sila pertama memiliki lambang bintang (tunggal) berwarna kuning. Sila pertama ini mengandung makna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh masing-masing individu.
2. Sila Kedua
Simbol kedua ini diwakili lambang berupa rantai. Jumlah rantai ini mencapai 17 dan tidak terputus. Rantai yang tidak terputus ini memiliki makna generasi penerus yang turun-temurun dan selalu saling berkaitan serta membutuhkan satu sama lain.
3. Sila Ketiga
Simbol dari sila ketiga ini adalah pohon beringin yang menandai tempat berteduh ataupun berlindung. Hal ini berarti seluruh rakyat Indonesia bisa berlindung dan berteduh di bawah naungan Negara Indonesia.
4. Sila Keempat
Simbol sila keempat adalah kepala banteng, yang dikutip dari BPIP RI menandakan tenaga rakyat. Selain itu, kepala banteng juga mewakili hewan sosial yang sering berkumpul. Dalam hal ini, sila keempat menjadi pedoman bagi rakyat indonesia untuk bahu-membahu dan berdiskusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
5. Sila Kelima
Terakhir yakni sila kelima Pancasila dengan simbol padi dan kapas yang bermakna kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui simbol ini, Negara Indonesia memiliki kewajiban untuk memakmurkan rakyatnya sebagai landasan.
Sementara lambang pada setiap tubuh garuda yang terdiri dari 17 jumlah bulu, 8 bulu di ekor, 19 bulu di pangkal ekor, dan 45 bulu di leher menggambarkan waktu kemerdekaan Indonesia diproklamasikan yakni 17-8-1945. Burung Garuda Pancasila yang mencengkram sebuah gulungan dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti kesatuan dalam keberagaman. Meskipun berbeda-beda namun tetap satu.
Pancasila adalah ideologi bangsa dan dasar negara kita. Sebagai bangsa tentu kita butuh
ideologi bersama diantara keberagaman perbedaan yang ada diantara kita, karena
bagaimanapun kita pada dasarnya memiliki ideologi sendiri-sendiri baik secara individu
maupun kelompok. Begitu juga negara membutuhkan dasar sebagai landasan untuk membuat
perangkat lunak sistem apakah itu berupa konstitusi, undang-undang serta peraturan-
peraturan lainnya yang menjadi turunannya.
Pengamalan nilai pancasila adalah kewajiban seluruh rakyat indonesia tak
terkecuali para pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang menjadi tumpuan
utama nasib bangsa di masa yang akan datang. Artinya pengamalan nilai-nilai
pancasila dikalangan generasi muda harus lebih mendalam sesuai dengan harapan
bangsa kepada para generasi muda itu sendiri.Dari masa ke masa pengamalan
terhadap nilai pancasila terus terkikis dan bergeser dari apa yang di amanatkan oleh
pancasila seperti yang terjadi di generasi muda kota bandung yang sangat jauh dari
nilai-nilai pancasila yang sudah bergeser kepada hal hal yang tidak di amanatkan oleh
nilai yang terkandung dalam pancasila salah satu contohnya adalah sudah mulai
hilang nya nilai persatuan seperti yang terkandung dalam sila ke-3 pancasila yaitu
persatuan indonesia.
Pancasila dengan sila-silanya yang mengandung nilai-nilai luhur dan universal
adalah dasar landasan yang ideal karena mampu menampung segala macam aspirasi
nilai yang ada dan beragam di Indonesia. Penduduk Indonesia memang penduduk
yang beragama Islam terbesar dan bahkan juga di dunia, akan tetapi toleransi umat
Islam Indonesia cukup besar untuk tidak menjadikannya negara Islam, karenanya
pancasila sebagai dasar negara yang ada sekarang ini sudah dianggap cukup untuk
mengakomodir semua kepentingan umat masing-masing agama yang ada di
Indonesia.
Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang dianut masing-masing umat
beragama yang ada, itu artinya bangsa Indonesia bukan bangsa dan negara yang
menganut atheisme. Nilai-nilai ketuhanan itu adalah modal yang akan menjadikan
manusia Indonesia beradab seperti yang disebutkan dalam sila kedua. Kemudian
dengan kemanusiaan tersebut diharapkan akan ada persatuan bangsa dalam satu
negara seperti disebut dalam sila ketiga.
Dengan modal bingkai persatuan tersebut rakyat Indonesia bermusyawarah
dengan caraperwakilan melalui wakilnya yang memiliki hikmah kebijaksanaan untuk
memperjuangkan rakyat, seperti dalam sila keempat. Dan sebagai tujuan terakhir
yakni keadilan sosial bagi sebesar-besarnya kepentingan seluruh rakyat Indonesia,
dalam sila kelima. Disini nampak oleh kita betapa hebatnya urutan-urutan yang
disusun oleh para pendiri bangsa dan negara ini dalam menentukan dasar negara
hingga tujuan akhirnya.
Permasalahannya hari ini, rakyat Indonesia itu tidak memahami pancasila,
tetapi hanya menghafal pancasila. Itulah yang kita lakukan sejak duduk dibangku
Sekolah Dasar sampai pada Perguruan Tinggi. Padahal, hakikatnya pancasila itu
bukan hafalan tapi pemahaman. Itulah penyebabnya mengapa sampai hari ini
pancasila menjadi urgensi yang harus ditekankan terus menerus, padahal jika diliat
dari rekam jejak serta historisnya, jika pancasila ditanamkan dengan baik maka
seharusnya hari ini tidak ada lagi rakyat yang berselisih paham atau arogan terhadap
perbedaan agama, tidak ada lagi rakyat yang mengutamakan kepentingan pribadi,
tidak ada lagi rasisme karna Indonesia itu adalah Bhinneka Tunggal Ika, tidak ada lagi
wakil-wakil rakyat yang mengambil keputusan sendiri, dan tentunya tidak ada lagi
kesenjangan sosial. Inilah yang akan menjadi pusat dari pada penelitian, dimana kita
akan melihat bagaimana penanaman pancasila tersebut, apakah sudah berhasil atau
tidak. Pun, pemerintah sendiri sudah melakukan banyak cara dalam rangka
menanamkan nilai-nilai pancasila yang setiap harinya semakin tergerus.
Menurut saya, pemudalah yang seharusnya mengambil peran dalam
memperbaiki citra Pancasila itu sendiri. Pemuda sebagai tonggak penerus bangsa
maka seharusnya mampu membuat masyarakat memahami dan mengerti maksud dari
Pancasila itu sendiri, pun hari ini ketika masyarakat sudah tidak percaya pada
pemerintah tetapi masyarakat akan tetap percaya kepada pemuda-pemuda serta
mahasiswa. Maka jika sampai hari ini pemerintah belum mampu membawa
pemahaman mengenai Pancasila secara komperensif kepada masyarakat maka
pemudalah yang seharusnya dengan sigap menggambil peran tersebut, sehingga
nantinya Pancasila bukan hanya sekedar hafalan tetapi menjadi kenyataan.