Tugas Eksposisi (PBSI)
Nama: Juliyanti Rahayu
Kelas: X MIPA 4
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal: Senin, 18 Oktober 2021
*Bab II MENGEMBANGKAN PENDAPAT DALAM EKSPOSISI*
Kegiatan 2: Membandingkan Kebahasaan Dua Teks Eksposisi.
Halaman 70
Tugas 1: Halaman 71
Jawaban
Judul Teks :
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
1. Polusi
Maknanya : pencemaran
2. Habitat
Maknanya :
1. Tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat;
2. Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli;
3. Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi.
3. Flora
Maknanya :
1. Keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu dalam tumbuh-tumbuhan.
2. Karya atau terbitan yang memuat daftar dan penelaahan jenis tumbuh-tumbuhan suatu habitat daerah atau strata geologi tertentu.
4. Fauna
Maknanya :
1. Keseluruhan kehidupan hewan suatu habitat, daerah, atau strategi tertentu; dunia hewan;
2. Karya atau penerbitan yang memuat daftar dan penelaahan jenis hewan suatu habitat, daerah, atau strata tertentu.
5. Drainase
Maknanya :
1. Pengatusan
2. Penyaluran air
3. Saluran air
6. Iklim
Maknanya :
1. Keadaan hawa (suhu, kelembaban, awan, hujan, dan sinar matahari) pada suatu daerah dalam jangka waktu yang agak lama (30 tahun) di suatu daerah, sangat mempengaruhi kesuburan suatu daerah.
2. Suasana; keadaan
7. Debit air
Maknanya :
Geo jumlah air yang dipindahkan dalam suatu satuan waktu pada titik tertentu di sungai, terusan, saluran air.
8. Limbah
Maknanya :
Sisa proses produksi, bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian.
Judul Teks :
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
1. Rekonsiliasi
Maknanya :
Perbuatan atau tindakan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula.
2. Efek
Maknanya :
Akibat, pengaruh
3. Konsep
Maknanya :
Ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret.
4. Indikasi
Maknanya :
Tanda-tanda yang menarik perhatian, petunjuk.
5. Pembalakan
Maknanya :
Kegiatan menebang pohon untuk mendapatkan kayu bulat.
6. Toksin
Maknanya :
Zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan radikal dalam struktur atau faal, merusak total hidup atau keefektifan organisme pada suatu bagian.
7. Dieksploitasi
Maknanya :
Didayagunakan.
8. Solusi
Maknanya :
Pemecahan masalah.
9. Potensi
Maknanya :
Kemampuan yang mungkin untuk dikembangkan.
Tugas 2: Halaman 72
Jawaban
1. Serius
Makna Leksikal atau kamus :
1. Sungguh-sungguh.
2. Gawat, penting, (karena menghadapi bahaya, risiko, akibat, dan sebagainya yang mungkin terjadi).
2. Besar
Makna Leksikal atau kamus :
1. Lebih dari ukuran sedang; lawan dari kecil.
2. Tinggi dan gemuk.
3. Luas; tidak sempit.
4. Lebar.
5. Hebat, mulia, berkuasa.
6. Banyak, tidak sedikit (tentang jumlah).
7. Menjadi dewasa.
8. Lebih dewasa daripada sebelumnya.
9. Penting (berguna) sekali.
3. Punah
Makna Leksikal atau kamus :
1. Habis semua hingga tidak ada sisanya, benar-benar binasa.
2. Hilang, lenyap, musnah.
4. Langka
Makna Leksikal atau kamus :
1. Jarang didapat.
2. Jarang ditemukan.
3. Jarang terjadi.
5. Banyak
Makna Leksikal atau kamus :
1. Besar jumlahnya, tidak sedikit.
2. (Num) jumlah bilangan.
3. (Adv) cak amat, sangat, lebih-lebih.
6. Utama
Makna Leksikal atau kamus :
1. Terbaik, nomor satu, amat baik, lebih baik dari yang lain-lain.
2. Terpenting, pokok
7. Tinggi
Makna Leksikal atau kamus :
1. Jauh jaraknya dari posisi sebelah bawah.
2. Panjang (tentang badan).
3. Sudah agak jauh ke atas (tentang matahari), sudah hampir tengah hari.
4. Luhur, mulia.
5. Yang sebelah atas (tentang tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dan sebagainya).
6. Sudah lanjut (tentang umur), banyak atau mahal (tentang harga, nilai, dan sebagainya).
7. Sudah maju (tentang kecerdasan, peradaban, dan sebagainya), sudah jauh pada tingkatan atas (tentang pengetahuan, pelajaran, dan sebagainya).
8. Sombong (tentang perkataan, tabiat, dan sebagainya).
8. Buruk
Makna Leksikal atau kamus :
1. Rusak atau busuk karena sudah lama.
2. (Tentang kelakuan dan sebagainya) jahat, tidak menyenangkan.
3. Tidak cantik, tidak elok, jelek (tentang muka, rupa, dan sebagainya).
Tugas 3: Halaman 73
Jawaban
1. Kata bentukan : penipisan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe(n)-an
Kata dasar : tipis
Jenis : adjektiva
2. Kata bentukan : kepunahan
Jenis : nomina
Imbuhan : ke-an
Kata dasar : punah
Jenis : adjektiva
3. Kata bentukan : kerusakan
Jenis : nomina
Imbuhan: ke-an
Kata dasar: rusak
Jenis: adjektiva
4. Kata bentukan : kemiskinan
Jenis : nomina
Imbuhan : ke-an
Kata dasar : miskin
Jenis : adjektiva
5. Kata bentukan : kelestarian
Jenis : nomina
Imbuhan : ke-an
Kata dasar : lestari
Jenis : adjektiva
6. Kata bentukan : kehancuran
Jenis : nomina
Imbuhan : ke-an
Kata dasar : hancur
Jenis : adjektiva
7. Kata bentukan : perusakan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe-an
Kata dasar : rusak
Jenis : adjektiva
8. Kata bentukan : diperparah
Jenis : verba
Imbuhan : di, pe(r)-
Kata dasar : parah
Jenis : adjektiva
9. Kata bentukan : terencana
Jenis : adjektiva
Imbuhan : ter-
Kata dasar : rencana
Jenis : nomina
10. Kata bentukan : terawat
Jenis : adjektiva
Imbuhan : ter-
Kata dasar : rawat
Jenis : verba
-Paragraf 1
Adjektiva: serius
Frasa Adjektiva: berbagai masalah lingkungan yang serius
-Adjektiva: utama
Frasa Adjektiva: enam masalah lingkungan yang utama
-Paragraf 2
Adjektiva: berkelanjutan
Frasa Adjektiva: jumlah populasi yang besar
-Paragfraf 3
Adjektiva: jauh
Frasa adjektiva: jauh dari harapan
Adjektiva: berkembang
Frasa adjektiva: negara berkembang
-paragraf 4
Tidak ada adjective dan frasa adjektiva.
-paragraf 5
Adjektiva: banyak
Frasa adjektiva: jumlah korban banyak
Tugas 4: Halaman 74
Jawaban
Kalimat aktif transitif:
1. Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan.
2. Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banjir terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana alam.
3. Akhirnya debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan.
Kalimat aktif intransitif:
1. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.
2. Menurut Tim ahli pusat penelitian dan pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air.
*D. Menyajikan Gagasan ke dalam Teks Eksposisi*
Kegiatan 1: Menentukan Gagasan Pokok dan Gagasan Penjelas dalam Teks Eksposisi.
Tugas halaman 75
Jawaban
1. Gagasan utama :
Bencana kabut asap merupakan bencana memilukan.
Gagasan penjelas :
-Sudah sebulan ini sebagian negeri berselimut asap putih.
-langit Sumatera dan langit Kalimantan tak lagi tampak biru.
Kegiatan 2: Menyusun Ulang Gagasan ke dalam Teks Eksposisi
Halaman 76
2. Gagasan utama :
Penyebab bencana adalah karena perilaku manusia.
Gagasan penjelas :
-Penebangan pohon yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali. Sehingga tanah mudah longsor ketika hujan terus-menerus turun dan mengakibatkan banjir.
-Pembukaan lahan yang baru dengan membakar lahan lama atau lahan gambut.
-Pembakaran sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan polusi udara dan rusaknya lingkungan di sekitar pembakaran.
-Asap dari pembakaran ini sangat membahayakan karena dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan iritasi mata dan kulit.
3. Gagasan utama :
Pendidikan dapat berperan dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Gagasan penjelas :
-Melestarikan alam diajarkan sedini mungkin dari siswa sekolah dasar.
-Membiasakan diri menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah dan rumah.
-Meningkatkan kesadaran masyarakat dengan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah dalam melestarikan alam.
-Mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh dinas kesehatan mengenai bahaya asap sisa pembakaran.
-Pemerintah meningkatkan jumlah penyuluh lingkungan hidup di daerah-daerah yang rentan dengan pembakaran untuk perluasan lahan baru.
Kegiatan 3: Menyusun Teks Eksposisi
Halaman 77
Pilihlah salah satu di antara topik berikut sebagai gagasan pokok yang akan kamu kembangkan ke dalam teks eksposisi. Kamu boleh juga memilih topik lain.
1. Air sungai bermanfaat bagi pengairan sawah dan ladang.
2. Sampah yang dibuag ke sungai akan menyumbat aliran sungai.
3. Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup.
4. Penyebab utama kerusakan alam adalah perilaku manusia.
Jawaban
Berikut contoh teks eksposisi tentang ‘Penyebab Utama Kerusakan Alam Adalah Perilaku Manusia’.
Saat ini bumi kita sedang dalam kondisi yang memilukan. Hal ini karena banyak terjadi kerusakan alam yang sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia.
Banyak manusia yang tidak punya kesadaran akan menjaga dan melestarikan alam. Tanpa berpikir panjang, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak alam.
Kegiatan-kegiatan manusia yang merusak alam di antaranya seperti menebang pohon secara liar, membuang sampah sembarangan, menangkap ikan dengan bahan peledak, dan masih banyak lagi.
Kegiatan tersebut akan menyebabkan kerusakan secara menyuluruh, baik di darat, perairan, dan udara. Akibatnya, hal ini berdampak buruk bagi kehidupan hewan, tumbuhan, dan manusia.
Pada tahun 2015, pasalnya Indonesia menjadi sorotan dunia karena bencana kebakaran hutan yang melanda Sumatera, Kalimantan, dan beberapa pula di Indonesia lainnya.
Kebakaran hutan tersebut menghancurkan kawasan hutan seluas 20.000 km2. Dampaknya, asap hasil pembakaran hutan dapat membahayakan kesehatan manusia dan menyebar ke negara tentannga di kawasan Asia Tenggara.
Kebakaran hutan tersebut diketahui disebabkan oleh perusahaan-perusahaan yang kerap mengambil jalan pintas dalam membuka lahan baru.
Tidak hanya itu, pencemaran perairan juga sering terjadi akibat pembuangan limbah pabrik dan sampah rumah tangga secara sembarangan. Akibatnya, banyak sungai yang meluap. Apabila turun hujan, maka banjir akan melanda.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuutanan, Indonesia memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada tahun 2016 dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 67 juta ton.
Masalah kerusakan alam ini seharusnya segera ditindaklanjuti sebelum mnimbulkan dampak yang lebih besar bagi kehidupan.
Manusia perlu meningkatkan kesadarannya akan menjaga dan melestarikan alam dengan berbagai macam kegiatan, seperti reboisasi, membuang sampah pada tempatnya, tidak menebang pohon secara liar, dan masih banyak lagi.
Selain itu, pemerintah perlu menerapkan aturan yang tegas bagi pelaku kerusakan alam dengan pemberian sanksi.