Tugas Bab II Observasi (PBSI)

Nama: Juliyanti Rahayu
Kelas: X MIPA 4
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal: Senin, 4 Oktober 2021
Materi Senin 4 Oktober 2021
 
*Bab II MENGEMBANGKAN PENDAPAT DALAM EKSPOSISI*

           *A. Menginterpretasi Makna dalam Teks Eksposisi*

                Kegiatan 1: Mengidentifikasi Tesis, Argumentasi, dan Rekomendasi dalam Teks Eksposisi.
                                     Halaman 53 (nomor 1 dan 2)

1. Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalam eksposisi;
-Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan sejenisnya.

a. Teks Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahami pendapat yang disampaikan. Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara menyertakan alasan-alasan logis.
b. Tesis: pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan
c. Argumen: alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan
d. Rekomendasi: saran yang menganjurkan (membenarkan, menguatkan)

2. Membedakan fakta dan opini dalam teks eksposisi;

Berikut beberapa hal yang terdapat dalam teks fakta:
a.Teks yang memuat fakta bersifat obyektif. Obyektif maksudnya sesuai keadaan yang terjadi tanpa ada pengaruh pendapat pribadi.
b. Teks fakta menjawab unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how).
c. Data dalam teks fakta dapat berupa angka yang menunjukkan jumlah tertentu atau statistik.
d. Data dalam teks fakta dapat dibuktikan kebenarannya oleh semua orang.
e. Dalam beberapa teks fakta, biasanya terdapat kebenaran berlapis. Kebenaran berlapis terjadi ketika fakta yang terjadi menit ini, belum tentu sama dengan fakta di menit berikutnya. Hal ini sering terjadi pada fakta yang masih berkembang, contohnya seperti data hitung cepat Pilkada, data korban Covid-19, dan sejenisnya.

Sedangkan opini mengadung beberapa hal sebagai berikut:
a. Teks yang memuat opini bersifat subyektif. Subyektif maksudnya berdasarkan pendapat dan sudut pandang penulis.
b. Teks opini berisi tanggapan penulis atas sebuah masalah atau kejadian.
c. Teks opini biasanya memuat pendapat, saran, atau uraian yang menjelaskan pandangan penulis.
d. Teks opini tidak memiliki beban untuk menjawab unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how).
e. Teks opini dapat berisi bayangan penulis atas peristiwa yang belum pasti terjadi.
f. Teks opini memuat kata yang mengandung probabilitas. Misalnya mungkin, rasanya, sepertinya, dan sejenisnya.
g. Teks opini memuat kata yang mengandung saran atau solusi. Misalnya seharusnya, sebaiknya, seyogianya, dan sejenisnya.
h. Pandangan penulis dalam teks opini bisa jadi berbeda dengan pendapat orang lain. Namun opini yang berkualitas ditunjang dengan fakta yang kuat dan pola pikir yang logis.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kita dapat membedakan mana teks yang mengandung fakta, mana yang opini.

                                     Halaman 56 (tabel)
                
                Tugas: Halaman 56
1. Argumen yang digunakan pembicara adalah berupa fakta-fakta sebagai berikut.

1. Jumlah penyalah guna narkoba sebanyak 7 juta orang, dan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar
SMP, SMA, bahkan SD.
2. Efek kerusakan akibat minuman keras dan narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang-orang di
sekitarnya.
3. Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional.
4. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-hamburkan untuk membeli barang-barang
haram itu, kemudian mengobati mereka, membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya.

2. Rekomendasi yang digunakan pembicara adalah berupa fakta-fakta sebagai berikut.
-Generasi muda, calon penerus seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas dengan tiga cara.

                 Kegiatan 2: Membedakan Fakta dan Opini

                                      Tugas halaman 59

Kalimat fakta pada teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan;

1. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan.

2. Setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha. Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka.

3. Pada tahun 2005-2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami.

4. Misalnya, banjir yag terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan.

Kalimat opini pada teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan;

1. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi meningkat.

2. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.

3. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambahnya kondisi bumi.
                                      Tugas 1: halaman 61
 
1. Temukan pendapat dan argumen yang disampaikan penulis dalam eksposisi di atas dengan mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.

Pendapat:

a. Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka

b. Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya persegeseran pemahaman manusia tentang alam.

c. Lalu usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja.

d. Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru.
Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Disini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana.

Argumen:

a. kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia juga.

b. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan.
Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya.

c. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya.

d. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan.

Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telag merusak kehidupan itu sendiri. 

2. Rangkaikanlah pendapat dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat dan jelas.

Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka karena telah memberi dampak yang sangat besar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, termasuk nyawa manusia.

Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya persegeseran pemahaman manusia tentang alam yang melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan seperti memandang alam sebagai objek.

Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya.

Usaha menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup hendaknya dijadikan titik tolak untuk memulai suatu perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar.

Diperlukan perubahan konsep baru yaitu melihat alam sebagai subjek yang berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab.

                                      Tugas 2: halaman 62
Gagasan Pokok :

•Paragraf 1 : Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka.
•Paragraf 2 : Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
•Paragraf 3 : Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi.
•Paragraf 4 : Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah.
•Paragraf 5 : Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya.
•Paragraf 6 : Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam.
•Paragraf 7 : Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.
•Paragraf 8 : Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru.

Ringkasan:

Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya. Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia. Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru.

                                      Tugas 3: halaman 62

1. Datalah rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks tersebut.
-Rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks tersebut adalah manusia sudah seharusnya menghargai dan mendayagunakan alam secara bijak tanpa
mengeksploitasinya secara berlebihan. Kita sebaiknya belajar dari masyarakat Papua yang menempatkan alam sebagai ibu mereka. 

2. Temukan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarmu, buatlah rekomendasi untuk memecahkan permasalahan tersebut!
-permasalahan di lingkungan sekitar saya adalah pengeboran minyak bumi ilegal.
Rekomendasi:
Pengeboran minyak bumi ilegal harus ditertibkan. Jika masih ada masyarakat yang nekat tetap harus dilakukan secara hati-hati dengan standar keamanan yang sangat tinggi, hal ini sebaiknya dicari solusi oleh pihak pemerintah, selain mengakibatkan pencemaran lingkungan, juga seringkali mengakibatkan korban jiwa ketika terjadi kebakaran ledakan pada saat pengeboran.

3. Lengkapi rekomendasimu dengan argumen yang mendukung.
-Salah satu penertiban dapat dilakukan melalui sosialisasi penertiban pengeboran minyak ilegal. Kegiatan sosialisasi penertiban pengeboran minyak liar yang dilaksanakan dapat melibatkan pihak aparat keamanan. Dalam pelaksanaannya, pihak keamanan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok satu menentukan rencana pendirian pos pengendalian di tiga titik akses keluar masuk kendaraan pengangkut minyak ilegal, sedangkan aksi kelompok dua melaksanakan sosialisasi di sebelah utara jalan dan kelompok tiga melaksanakan sosialisasi di sebelah Selatan.

           *B. Mengembangkan Isi Teks Eksposisi*

                Melengkapi Tesis dengan Argumen yang Mendukung

                Halaman 63 (tabel)

Paragraf :

1. - Gagasan pokok: Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius.

- Gagasan penjelas :Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

2. - Gagasan pokok : Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan.

- Gagasan penjelas : Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.

3. - Gagasan pokok : Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan.

- Gagasan penjelas : Kesulitan penerapannya terutama di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti punahnya flora dan fauna langka.

Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.

4. - Gagasan pokok : Banyak terjadi bencana alam karena perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.

- Gagasan penjelas : Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.

5. - Gagasan pokok : Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana.

- Gagasan penjelas : Misalnya banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan kerusakan lingkungan dan bencana alam.

6. - Gagasan pokok : Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air.

- Gagasan penjelas : Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakan.

7. - Gagasan pokok : Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi

- Gagasan penjelas : Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.

                Tugas: halaman 64
1.- Gagasan pokok : Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka.

- Gagasan penjelas : Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia. Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi?

2. - Gagasan pokok : Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

- Gagasan penjelas : Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya pelestari.

3. - Gagasan pokok : Upaya Rekonsiliasi Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya.

- Gagasan penjelas : Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan diubah.

4. - Gagasan pokok : Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah.

- Gagasan penjelas : Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus dialami.

5. - Gagasan pokok : Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya.

- Gagasan penjelas : Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar.

6. - Gagasan pokok : Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam.

- Gagasan penjelas : Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut
melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya.

7. - Gagasan pokok : Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.

- Gagasan penjelas : Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan.

8. - Gagasan pokok : Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek.

- Gagasan penjelas : Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya, alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri

                Kegiatan 2: Menyampaikan Kembali Gagasan dalam Teks Eksposisi dengan Bahasa yang Berbeda.

                                     Halaman 65 (tabel)

Tesis/ Pernyataan Pendapat
Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah 
lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang 
utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan 
sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan 
tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta 
peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat 
dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi 
karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya 
alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat 
ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Argumentasi
 Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan 
oleh praktik pembangunan yang tidak meperhatikan 
kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang 
tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan 
adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan 
mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam 
memenuhi kebutuhannya.

Argumentasi 
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat 
ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya 
terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya 
Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita 
diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha 
(atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti 
oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat 
jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini 
yang diikuti bencana bagi manusia. 

Argumentasi 
Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 
69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung 
berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana 
longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan 
pembangunan yang mengabaikan kondisi alam. 

Argumentasi 
Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban 
banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan 
tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang 
terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai 
dampak pembangunan kota yang mengabaikan kerusakan 
lingkungan dan bencana alam. 

Argumentasi 
Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan 
Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah 
pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan 
air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran 
drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta 
tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air 
hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak 
terelakkan. 

Penegasan Ulang dan rekomendasi
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang 
harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi 
keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya 
harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya 
kondisi bumi.

                Tugas halaman 66 (tabel)

Sampaikanlah isi eksposisi upaya melestarikan lingkungan hidup di atas dengan menggunakan bahasamu sendiri. Agar lebih mudah kamu dapat mengubahnya setiap paragraf dengan menggunakan tabel berikut ini.

Upaya melestarikan lingkungan hidup

Permasalahan lingkungan hidup tak henti-hentinya mendera bangsa kita. Akibat tidak adanya solusi yang utuh tentang permasalahan lingkungan hidup, sudah tidak terhitung kerugian yang harus kita tanggung dari sektor ini. Setidaknya, upaya pelestarian lingkungan hidup harus lah mencakup tiga unsur seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

Upaya Rekonsiliasi

Pelestarian lingkungan hidup tidak akan berjalan jika kita tidak menyadari bahwa kerusakan lingkungan hidup salah satunya dilakukan oleh manusia, kita sendiri. Teori apapun tidak akan berguna jika kita tidak menyadari hal ini dan menyesal atas perbuatan kita. Rasa sesal itulah yang akan mendorong kita untuk berbuat lebih baik, mendorong kita untuk melestarikan lingkungan.

Perubahan Konsep Manusia Tentang Alam

Alam bukan sekedar obyek. Alam bukanlah benda yang bisa kita rusak dan perlakukan semau kita, tanpa ada resiko yang harus kita tanggung. Alam adalah bagian dari hidup kita sendiri. Merusak alam sama artinya dengan merusak hidup dan diri kita sendiri. Sampai kita benar-benar menghidupi konsep dan cara pandang ini, jangan heran jika kerusakan alam tidak akan pernah berhenti.

           *C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi*
                
                Kegiatan 1: Mengungkapkan Struktur Teks Eksposisi

                Tugas halaman 69 (tabel)

Tesis/Pernyataan Pendapat: Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka.
Kejadian demi kejadian di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia.
Namun hal itu perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya?
Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi?
Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam dan menanamkan budaya pelestari.

Argumen 1: Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya.
Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu.
Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan.
Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan diubah.
  
Argumen 2: Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah.
Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari.
Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus dialami.

Argumen 3: Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja.
Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan.
Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar.
Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya.

Argumen 4: Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam.
Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam.
Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan.
Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya.
Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya,

Argumen 5: Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan.
Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan.
Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.

Penegasan ulang: Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru.
Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab.
Disini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana.
Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan.
Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri.