Tugas observasi (PBSI)


Bab 1 MENYUSUN LAPORAN HASIL OBSERVASI

           Kegiatan 1: Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

                               1. Kata serta Frasa Verba dan Nomina
                                    
                                    Tugas 2: Halaman 36
No Kata berimbuhan Jenis Imbuhan Kata dasar
1.Pertunjukan Nomina pe(R)+an tunjuk

2. menguasai Verba Me(ng)+kuasa+ (-i) kuasa

3. berbeda nomina ber+ beda

4. bereproduksi verba ber+ reproduksi

5. dikenal verba di+ kenal

6. membantu verba me(m)+ bantu

7. menjauhkan verba me(M)+kan jauh

8. menunjukkan Verba me(N)+kan tunjuk

9. mengobati Verba Me(Ng)+i obat

10. disaring Verba di+ saring

11. bagian nomina +an bagi

12. keunikan nomina ke+an unik

13. keadaan nomina ke+an ada

14. makanan nomina +an makan

15. penglihatan nomina pe(Ng)+an lihat

16. mengeluarkan verba me(Ng)+an keluar

17. pendengaran nomina pe(N)+an dengar

18. penciuman nomina pe(N)+an cium

19. pemakan verba pe+ makan

20. perdesaan nomina pe(R)+an desa

                                    Tugas 3: Halaman 37
Kata dasar:                 jenis:
Verba:                         Nomina:

1. kata jenis nomina 
 berkata                     perkataan

2. hasil jenis nomina 
menghasilkan           keberhasilan

3. ubah jenis verba 
 berubah                   perubahan

4. lemah jenis adjektiva 
melemah                  kelemahan

5. kuat jenis adjektiva 
menguatkan            penguat

6. cantik jenis adjektiva 
mencantikkan         kecantikan

7. bangun jenis verba 
membangun           pembangunan

8. buka jenis verba 
membuka               pembukaan

9. tua jenis adjektiva
menua                    tertua

10. ganti jenis nomina 
mengganti             pengganti

11. gulat jenis nomina
bergulat                  pegulat

12. gembira jenis adjektiva
bergembira            kegembiraan

13. sedih jenis adjektiva
menyedihkan        kesedihan

14. merah jenis nomina
memerahkan        pemerah

15. masuk jenis verba
memasukkan       masukan
                                    Tugas 5: Halaman 38
Tulislah masing-masing 5 contoh kalimat definisi, yaitu kalimat yang menggunakan verba definitif dan 5 contoh kalimat deskripsi, yaitu kalimat yang menggunakan verba sebagai deskriptif pada teks D'topeng Museum Angkut dan teks Mengenal Suku Badui.

Dan berikut 5 kalimat definisi pada teks D'topeng Museum Angkut

1. D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.

2. Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng.

3.Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno.

4. Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik.

5. Selain untuk dipamerkan, benda-benda di D’topeng ini juga dimanfaatkan sebagai media pelestarian budaya.

Kalimat deskripsi pada teks D'topeng Museum Angkut :

1. Keberadaan D’topeng tidak dapat dipisahkan dengan Museum Angkut karena kedua tempat ini berada di satu tempat yang sama.

2. Topengtopeng tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu.

3. Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.

4. Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam.

5. Selanjutnya, D’topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.

5 kalimat definisi dan deskripsi pada teks Mengenal Suku Badui:

1. Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

2. Badui Dalam belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman

3. Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku sunda, wiwitan: asli).

4. Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis.

5. Badui Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Badui Dalam

Kalimat Deskripsi pada teks Mengenal Suku Badui:

1. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar, itulah salah satu keunikan Suku Badui.

2. Karena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli.

3. Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu.

4. Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda).

5. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Badui Dalam ke Badui Luar.
                                    Tugas 6: Halaman 40
1. Temukan 2 contoh kalimat simpleks dalam teks di atas.

Contohnya :

- Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di Pulau Jawa
                
- Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.

2. Temukan 2 kalimat majemuk setara.

- Hutan di taman ini terdiri atas tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.

- Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama.

3. Temukan 2 kalimat majemuk bertingkat.

-kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memerhatikan daya dukung

-lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

- Di antara jenis tumbuhan di sini terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea).

            Kegiatan 2: MembenahiKesalahan Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi

                                 Tugas: Halaman 43
1. Analisislah kebenaran kalimat definitifnya. Apabila masih salah benahilah sehingga menjadi benar.

2. Benahilah penggunaan huruf kapital yang masih salah sehingga sesuai dengan Pedoman Ejaan.

Jawaban
                             Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat bersumber dari alam, manusia, konsumsi, nuklir, industri, dan pertambangan. Sampah di bumi ini akan terus bertambah selama masih ada kegiatan yang dilakukan oleh manusia maupun alam. Berdasarkan sifat dan bentuknya, sampah dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan dan biasanya mudah membusuk. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sayuran, dan daun-daunan. Sampah ini dapat di olah menjadi kompos. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau undegradable. Contoh sampah anorganik adalah plastik, kayu, kaca, dan kaleng.

Dewasa ini sampah semakin bertambah terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Perlu disadari bahwa pelestarian lingkungan hidup bukanlah tanggung jawab Pemerintah saja, tetapi tanggung jawab kita semua.

D. Mengonstruksi Teks Laporan 

     Kegiatan 1: Melengkapi Gagasan Pokok dengan Gagasan Penjelasan

                          Tugas: Halaman 46
1.Merpati dan dara adalah burung yang berbadan gempal dengan leher pendek paruh ramping pendek dan dan cere berair.
Gagasan penjelas
Dalam percakapan umum, kata "dara" dan "merpati" dapat saling menggantikan. Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan bahwa "dara" digunakan untuk spesies yang lebih kecil, sedangkan "merpati" untuk spesies yang lebih besar.

Namun, hal tersebut tidak diterapkan secara konsisten. Jika gagasan umum dan gagasan penjelas di atas dikembangkan menjadi satu paragraf akan menjadi paragraf berikut ini.

Merpati dan dara adalah burung yang berbadan gempal dengan leher pendek, paruh ramping pendek, dan cere berair.

2. Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.

Gagasan Penjelas
-Merpati dan dara mengerami satu atau dua telurnya dan selalu menjaga anak-anaknya dengan ketat sebelum mereka dapat mencari makan sendiri.

-Anak dari merpati dan dara meninggalkan sarangnya jika berusia 7 hingga 28 hari.

-Merpati dan dara adalah burung pemakan biji-bijian.

Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.
-Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan "dara" digunakan untuk spesies yang lebih kecil dan "merpati" untuk yang lebih besar.
-Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor.
-Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan "merpati balap", sedangkan merpati import sering disebut dengan “merpati hias.
-Merpati balap hanya akan kita temukan di Indonesia saja.

3. Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.

Gagasan penjelas

-Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini.

-Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight.

-Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.

     Kegiatan 2: Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi
             
                           Halaman 47 kegiatan 2
  
       Ciplukan Tanaman yang Luar Biasa

Pernyataan umum
Ciplukan atau dalam bahasa latin physalis angulata adalah tanaman semak rendah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini biasanya dianggap sebagai tumbuhan liar karena banyak tumbuh di kebun, tegalan, tepi jalan, semak, atau hutan. Buah ini juga dikenal dengan sebutan morel berry di Inggris, Ceplukan di Jawa, Cecendet di Sunda, Keceplokan di Bali, dan leletokan di Minahasa.

Deskripsi
Tanaman ciplukan memiliki struktur pohon yang lengkap, terdiri atas akar, batang, daun, dan buah. Akar ciplukan berupa akar tunggang yang kemudian akan tumbuh akar cabang menjadi akar serabut. Daun ciplukan merupakan daun tunggal bertangkai dan berbentuk bulat oval atau bulat memanjang dengang ujung meruncing. Batang tanaman ini bisa mencapai 1 meter dengan bentuk bulat beralur dan berwarna kecoklatan. Buah ciplukan berbentuk seperti telur yang terbungkus dalam kelopak menggelembung.

Ciplukan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Seluruh bagian ciplukan dapat mengobati darah tinggi, kolesterol, dan rematik. Akar tanaman ini berkhasiat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus. Buahnya berkhasiat mengobati penyakit paru-paru, sakit tenggorokan, dan stroke. Sedangkan daun ciplukan dapat mengobati tumor dan kanker.

Kesimpulan
Tanaman ciplukan memiliki nilai jual yang tinggi. Ia hadir di toko-toko buah besar, pasar swalayan, dan dijual online. Satu kemasan isi 100 gram dihargai Rp 30 ribu. Harga jual per kilogramnya berkisar Rp 250-500 ribu. Sungguh luar biasa.