Tugas Hasil Observasi (PBSI)

Nama: Juliyanti Rahayu
Kelas: X MIPA 4
Tugas: Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal: 06 September 2021

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Isi Teks Laporan Hasil Observasi 
Tugas halaman 11
Soal
1. Buatlah pertanyaan terkait isi laporan wayang tersebut, seperti berikut:
(a.) Informasi apa saja yang disampaikan dalam teks tersebut?
(b.) Mengapa wayang ditetapkan sebagai mahakarya dunia?
(c.) Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya?
(d.) Apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya?

2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat dan jelas.

3. Mengapa teks tersebut digolongkan teks laporan hasil observasi?

Jawaban:
1. Membuat pertanyaan
(a). Apa yang dimaksud dengan wayang wong?
(b). Apa yang dimaksud dengan wayang?
(c). Para wali songo membagi wayang menjadi berapa macam?
(d). Sebutkan media yang dapat digunakan untuk mengekspresikan wayang?
(e). Wayang kulit dilihat dari umur dan gaya pertunjukannya jenis wayang yang paling terkenal adalah?
(f). Kapan UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor?
(g). Jelaskan tentang wayang Purwa! 

2. Jawaban pertanyaan
(a). Apa yang dimaksud dengan wayang wong?
-Wayang Orang (wong-menurut Jawa) merupakan jenis budaya di Indonesia yang sering dipertunjukkan melalui sebuah cerita pewayangan masing-masing daerah dengan tokoh pameran (orang) pertunjukan wayang orang ini menjadi bentuk kesenian tradisional yang paling sakral di tanah air, khususnya di pulau Jawa.
(b). Apa yang dimaksud dengan wayang?
-Wayang berasal dari bahasa Jawa yang berarti bayangan. Wayang adalah seni pertunjukan tradisional asli di Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali.
(c). Para wali songo membagi wayang menjadi berapa macam?
-Para wali songo penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi 3. Wayang kulit di timur, wayang wong atau wayang irang di Jawa tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa barat.
(d). Sebutkan media yang dapat digunakan untuk mengekspresikan wayang?
-Sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan.
(e). Wayang kulit dilihat dari umur dan gaya pertunjukannya jenis wayang yang paling terkenal adalah?
-Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa yang berarti awal.
(f). Kapan UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor?
-UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor pada 7 November 2003.
(g). Jelaskan tentang wayang Purwa!
Wayang Purwa adalah jenis wayang yang paling terkenal dan diperkirakan memiliki umur paling tua.

3. Mengapa teks tersebut digolongkan teks laporan hasil observasi?
-Karena teks tersebut dilaporkan berdasarkan pengamatan atau observasi dengan isi laporan yang terdiri atas pernyataan umum (tentang hal atau objek yang dilaporkan), deskripsi bagian-bagian dari objek yang dilaporkan dan serta penjelasan atau deskripsi manfaat dari objek tersebut. (Seperti wayang yang dituliskan secara detail.)

Kegiatan 2: Menyusun Ringkasan Isi Teks Laporan Hasil Observasi 
Tugas halaman 11-14
Soal dan jawaban
1.
Paragraf: Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang Purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit dan terdiri atas tuding dan gafit.
Gagasan Pokok: Wayang kulit memiliki berbagai macam jenis jika dilihat dari umur serta gaya pertunjukannya.
2.
•Paragraf: Cerita biasanya digunakan adalah Ramayana dan Mahabrata. Wayang Purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak, seperti gagrak kasunanan, mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainya. Selain wayang Purwa, jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil, wayang ajen, wayang sasak, wayang sadat, wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak, dan wayang beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan.
Gagasan Pokok: Cerita yang biasanya digunakan dalam berbagai gaya pertunjukan wayang adalah Ramayana dan Mahabarata.
3.
Paragraf: Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti 'orang') adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut di mainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.
Gagasan Pokok: Pada setiap daerah, wayang wong memiliki sebutan yang berbeda-beda.
4.
Paragraf: Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.
•Gagasan Pokok: Wayang golek adalah salah satu jenis wayang yang berasal dari Sunda dan terbuat dari bahan dasar sebuah kayu.
5.
•Paragraf: Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang berbentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.
Gagasan pokok: Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket.
6.
Paragraf: Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun (1993-2001). Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
Gagasan pokok: Dalam versi modern terdapat wayang yang disebut dengan wayang motekar atau wayang plastik yang berwarna.
7.
Paragraf: Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan karena dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang baik dengan cara yang menarik. Pemerintah juga sering menggunakan wayang sebagai media informasi, misalnya dengan menggelar wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Dengan kata lain, wayang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan.
Gagasan Pokok: Wayang memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan semua jenis wayang merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan.