Tugas PBSI (Sastra)

Nama: Juliyanti Rahayu
Kelas: X MIPA4 
Tugas: Bahasa Indonesia (PBSI)
1. Jelaskan pengertian sastra menurut pendapat para ahli, minimal 16

Pengertian Karya Sastra Secara Umum
Karya sastra adalah sebuah ide, opini, pemikiran, semangat, pengalaman, serta imajinasi seseorang yang dituangkan dalam suatu bentuk tulisan. Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah yang sifatnya estetika dengan menggunakan teori-teori dasar penulisan.

Karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu fiksi dan nonfiksi. Contoh karya sastra fiksi seperti novel, puisi, prosa, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi seperti esai, biografi, autobiografi, dan sebagainya.
Pengertian Karya Sastra Menurut Para Ahli
1. Semi
Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
2. Mursal Esten
Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
3. Ahmad Badrun
Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.
4. Engleton
Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.
5. Aristoteles
Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.
6. Panuti Sudjiman
Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.
7. Plato
Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.
8. Taum
Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.
9. Robert Scholes
Sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.
10. Sapardi
Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.
11. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski
Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.
12. Lefevere
Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.
13. Wellek dan Warren
Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.
14. Tarin
Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.
15. Sumarno
Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.
16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

2. Sebutkan macam-macam karya sastra!

MACAM - MACAM KARYA SASTRA

1. Drama

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
Cerita atau kisah terutama yang melibatkan konflik atau emosi yang khusus untuk pertunjukan teater.

Sedangkan, pengertian drama menurut seorang ahli bernama Seni Handayani, drama adalah komposisi dari dua cabang seni, yaitu sastra dan pertunjukan yang nantinya akan membagi drama menjadi dua bentuk, yaitu drama teks tertulis dan drama yang dipentaskan.

Di Indonesia, drama diawali dengan adanya upacara kegamaan yang diadakan oleh para pemuka agama. Pada intinya, para pemuka ini akan mengucapkan sebuah mantra dan juga semacam doa sembari mempertunjukkan suatu karya sastra kepada khalayak ramai.

Jenis-Jenis Drama

1. Jenis-Jenis Drama
Terdapat beberapa macam drama yang terbagi menurut karakteristik tertentu, yaitu:

Drama berdasar penyajian tokoh.

Menurut penyajian lakonnya, drama terbagi menjadi:
•Tragedi, penuh dengan kesedihan.
•Komedi, penuh dengan hal-hal yang lucu.
•Tragekomedi, sebuah perpaduan antara komedi dan tragedi.
•Melodrama, dialog yang diucapkan diiringi melodi atau musik.
•Opera, drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi dengan musik.
•Farce, menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya berupa dagelan.
•Tablo, drama yang mengedepankan unsur gerak di mana para pemainnya tidak mengucap dialog sama sekali, namun hanya melakukan gerakan tertentu.
•Sendratari, yaitu gabungan antara seni drama dengan seni tari. 
Drama berdasar sarana pentas

Sedangkan menurut sarana pementasannya, drama dibagi menjadi:

•Drama panggung, dimainkan oleh aktor di atas panggung.
•Drama radio, jenis drama yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba, namun hanya dapat didengarkan.
•Drama televisi, sama dengan drama panggung hanya saja tidak dapat diraba langsung.
•Drama film, memanfaatkan sebuah layar lebar dan dapat pula dipertontonkan di bioskop.
•Drama wayang, diiringi dengan sebuah pegelaran wayang.
•Drama boneka, di mana para tokoh dalam sebuah drama itu digambarkan melalui penggunaan sarana boneka yang dimainkan oleh beberapa orang sebagai pemain dalam drama.

 Drama berdasar ada atau tidak naskah

Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama, dibedakan menjadi:

•Drama tradisional, tidak ada naskah.
•Drama modern, tontonan drama yang menggunakan naskah.

Struktur dan Unsur-Unsur Drama
 
2. Struktur Drama

Berikut ini adalah struktur dalam drama:

•Babak atau episode, yaitu bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.
•Adegan, yaitu bagian dari drama yang menunjukkan terjadinya perubahan peristiwa, ditandai dengan terjadinya pergantian setting waktu, tempat, dan tokoh.
•Dialog, yaitu percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog merupakan hal utama yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya.
•Prolog, yaitu kata pengantar ketika akan masuk sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang pertunjukan yang bakal dipentaskan.
•Epilog, yaitu bagian akhir dari sebuah drama di mana isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan.

3. Unsur-Unsur Drama

Adapun unsur-unsur drama adalah sebagai berikut:

•Tema, yaitu gagasan utama atau ide pokok yang terdapat dalam cerita drama.
•Alur, yaitu jalan cerita dari sebuah drama, mulai babak awal hingga babak akhir.
•Tokoh, yaitu karakter dalam drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu.
•Watak, yaitu tingkah laku para tokoh yang ada dalam drama; watak baik (protagonis) dan watak jahat (antagonis).
•Latar, yaitu gambaran mengenai tempat, waktu, dan situasi yang terjadi dalam drama.
•Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang drama kepada penonton melalui cerita drama.

Ciri-Ciri Drama

4. Ciri-Ciri Drama

•Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antartokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
•Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
•Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
•Durasi waktu pementasan drama dapat berlangsung selama sekitar tiga jam.
•Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk menghidupkan suasana.
•Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton di mana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.


2. Prosa

Prosa adalah sebuah tulisan atau karya sastra yang berbentuk cerita yang disampaikan menggunakan narasi. Bentuk tulisan prosa berupa tulisan bebas dan tidak terikat dengan berbagai aturan dalam menulis, seperti misalnya rima, diksi, irama, dan lain sebagainya.

Apa itu prosa juga dibedakan dengan puisi, sebab variasi ritme yang dimiliki prosa lebih besar dan bahasanya disesuaikan dengan arti leksikalnya. Penulisan prosa biasanya menggabungkan bentuk monolog dan dialog. Pengarang memasukkan pemikiran-pemikiran ke dalam pikiran tokoh di dalam prosa. Menyampaikan gagasannya dilakukan selama para tokoh melakukan dialog.

Arti tulisan di dalam apa itu prosa bersifat denotatif atau tulisan yang mengandung makna sebenarnya. Artinya, bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. Walaupun demikian, terkadang terdapat kata kiasan di dalamnya sehingga hal tersebut hanya berfungsi sebagai ornamen untuk memperindah tulisan di dalam prosa tersebut.

Apa itu prosa jika diartikan dari segi bahasa yaitu berasal dari bahasa Latin yang artinya terus terang. Sehingga, jenis tulisan di dalam prosa bisa dipakai untuk surat kabar, novel, majalah, surat, ensiklopedia, serta beragam jenis media lainnya yang menyampaikan atau mendeskripsikan sesuatu berdasarkan faktanya.

Jenis-jenis prosa
Secara umum, prosa terbagi menjadi prosa nonsastra dan prosa sastra. Prosa nonsastra berbentuk karya tulis ilmiah yang meliputi laporan penelitian, makalah atau artikel. Prosa sastra terbagi lagi menjadi prosa fiksi dan prosa nonfiksi.

Prosa fiksi meliputi dongeng, cerita pendek, dan novel, sedangkan prosa nonfiksi meliputi biografi, autobiografi, dan esai. Prosa fiksi kemudian dibagi lagi menjadi kategori prosa lama dan prosa baru.

Bentuk prosa lama
Prosa lama merupakan karya sastra yang tidak memperoleh pengaruh dari sastra atau kebudayaan Barat. Yang termasuk prosa lama adalah:

Hikayat

Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal.

Sejarah

Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta.

Kisah

Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain.

Dongeng

Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Perkembangan dongeng terjadi di dalam masyarakat lama. Kisah-kisah di dalam dongeng masih dapat diterapkan pada masyarakat modern. Dongeng masih dibagi menjadi beberapa jenis mulai dari fabel, mite, sage, legenda, parabel, dan dongeng jenaka.

Cerita berbingkai

Cerita berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya.

Bentuk prosa baru
Prosa baru prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:

Roman

Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.

Novel

Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perubahan nasib pelaku.

Cerpen

Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya.

Riwayat

Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.

Kritik

Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

Resensi

Resensi adalah ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

Esai

Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll.

Unsur intrinsik prosa
Unsur intrinsik prosa berbeda dengan puisi. Unsur intrinsik ini di antaranya adalah tema, tokoh, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, hingga pesan. Unsur intrinsik inilah yang membedakan antara puisi dan prosa. Unsur intrinsik pada puisi seperti kebahasaan, pengujaran, peruangan, dan bunyi. Unsur intrinsik pada prosa adalah:

Tema

Unsur intrinsik dalam prosa yang pertama adalah tema. Tema merupakan sebuah ruh atau nyawa yang ada di dalam karya prosa. Tema bisa disebut ide utama dalam membuat cerita, karena tema adalah penentu latar belakang dari cerita tersebut.

Tokoh

Tokoh merupakan unsur intrinsik penting dalam prosa. Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terdapat di dalam cerita. Selain tokoh, penokohan juga jadi bagian dari unsur intrinsik. Penokohan merupakan penentuan watak atau karakter dari tokoh tersebut. Penokohan ini bisa digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan saat menyelesaikan suatu masalah.

Alur

Alur sebagai unsur intrinsik adalah jalan cerita. Prosa memiliki alur yang jelas. Alur bisa memiliki tahapan mulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian. Alur yang digunakan oleh penulis ada 2 macam, yaitu alur maju yang menggambarkan cerita urut dari perkenalan tokoh, hingga penyelesaian konflik.

Sedangkan alur mundur adalah alur cerita yang jalan ceritanya tidak runtu. Penulis bisa menceritakan tentang konflik terlebuh dahulu, kemudian menceritakan tentang awal konflik terjadi, dan pengenalan tokoh.

Latar

Unsur intrinsik lainnya dalam prosa adalah latar. Unsur ini mengacu pada latur waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar ini bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan.

Sudut pandang

Unsur intrinsik yang tak kalah penting adalah sudut pandang. Sudut padandang merupakan arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita.

Terdapat sudut pandang sebagai orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita.

Gaya bahasa

Gaya bahasa dalam unsur intrinsik merupakan ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya. Ada penulis yang menggunakan bahasa bakuada juga yang menggunakan bahasa santai.

Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ditulis oleh penulis cerita, yang bisa dipetik oleh pembacanya, setelah membaca karya tersebut. Amanat atau pesan moral, biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat.

3. Puisi

puisi adalah suatu karya sastra berupa ungkapan isi hati penulis di mana di dalamnya ada irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap barisnya.

Dikemas dalam bahasa yang imajinatif dan disusun dengan kata yang padat dan penuh makna, karya puisi mengandung nilai estetika tersendiri. Tiap puisi memiliki karakteristik tersendiri antara satu dengan lainnya. 

Unsur Fisik Puisi

1. Unsur fisik puisi
Berikut ini merupakan unsur-unsur fisik puisi:

Diksi

Diksi adalah satu penentuan kata yang pas dalam puisi. Pemilihan kata yang pas yang bertujuan untuk menghidupkan situasi, menciptakan perasaan, serta memperlihatkan keindahan dari puisi.

Majas

Majas adalah satu gaya bahasa yang berbentuk kiasan. Pengarang puisi biasanya memakai bahasa kiasan supaya puisi terlihat indah serta menarik. Bahasa kiasan bertujuan untuk mengemukakan apa maksud yang diinginkan oleh pengarang puisi.

Rima atau unsur bunyi

Rima atau unsur bunyi atau bisa disebut sebagai sajak. Satu pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak atau pada akhir larik di sajak.

Pengulangan bunyi ini ditujukan untuk menambah nilai merdu dari puisi. Dengan kata lain, memberi dampak pada suara serta suasana yang disebut dalam puisi itu.

Citraan atau imajinasi

Citraan atau imajinasi dipakai untuk memancing imajinasi dari pembaca. Pengarang puisi bakal memakai kata yang bisa digunakan untuk mengungkap pengalaman imajinasinya. Kata-kata yang dipakai itu memberi kesan tersendiri pada panca indra pembaca. Tipe-tipe citraan dalam puisi, yakni:
•Citraan pandang
•Citraan dengar
•Citraan rasa
•Citraan kecap

Ciri-Ciri dan Jenis Puisi

2. Ciri-ciri puisi

Ciri-ciri puisi secara umum
•Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri atas baris-baris, bukan bentuk paragraf.
•Diksi yang dipakai dalam puisi biasanya bersifat kiasan, padat, dan indah.
•Penggunaan majas sangat dominan dalam bahasa puisi.
•Pemilihan diksi yang digunakan mempertimbangkan adanya rima dan persajakan.
•Dalam puisi, setting, alur, dan tokoh tidak begitu ditonjolkan dalam pengungkapan.

Ciri-ciri puisi lama

•Anonim atau tidak diketahui siapa nama penulis puisi.
•Terikat pada jumlah baris, rima, irama, diksi, intonasi, dan sebagainya.
•Memiliki gaya bahasa yang statis/tetap dan klise.
•Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.

Ciri-ciri puisi baru

•Nama pengarang atau penulis puisi diketahui.
•Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama.
•Mempunyai gaya bahasa yang dinamis atau berubah-ubah.
•Puisi cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapi.
•Lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun.
•Puisi biasanya berbentuk empat seuntai.
•Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra.
•Pada tiap gatra terdiri dari empat sampai lima suku kata.
•Isi puisi baru umumnya berisi tentang kehidupan.

3. Jenis-jenis puisi

Ada beragam tipe puisi yang berkembang sekarang ini. Puisi-puisi itu, yakni:

Puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Puisi jenis ini terbagi ke dalam beberapa jenis pula, di antaranya:

•Pantun
•Mantra
•Karima
•Seloka
•Gurindam
•Syair
•Talibun
•Puisi baru

Puisi baru adalah puisi yang lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. Beberapa jenis puisi baru, sebagai berikut:

•Balada
•Himne (Gita Puja)
•Ode
•Epigram
•Romansa
•Elegi
•Satire
•Distikon
•Terzina
•Kuatren
•Kuint
•Sekstet
•Septima
•Oktaf (Stanza)
•Soneta

Cara Membuat Puisi

4. Cara membuat puisi
Membuat puisi bukan hal yang mudah, ada banyak perkara yang harus kamu pahami dan kuasai. Beberapa di antaranya:

Tentukan tema atau judul

Dalam menentukan tema atau judul, pilih yang menurut kamu menarik dan sesuai dengan kata hatimu. Puisi bisa menggunakan tema atau judul yang berhubungan dengan alam, persahabatan, sosial, pendidikan atau ungkapan hati.

Menentukan kata kunci

Jika kamu sudah menentukan tema dan judul, langkah selanjutnya adalah menentukan kata kunci yang akan dikembangkan menjadi kalimat. Misalnya satu kata kunci yang digunakan untuk satu larik, atau satu kata kunci untuk membuat satu bait.

Diksi

Diksi atau pemilihan kata adalah cara kamu memberikan sebuah keunikan untuk puisi. Banyak puisi bagus yang menggunakan kata-kata sederhana, ada juga puisi bagus yang menggunakan diksi yang unik.

Tentukan sendiri diksi yang ingin kamu gunakan karena inilah cara untuk menunjukan keunikan dari puisimu.

Rima

Rima adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan untuk memberikan efek keindahan. Pada bagian ini kamu juga bisa menunjukan kreativitasmu. Gunakan rima untuk membuat puisimu menjadi makin indah.

Bait

Ada banyak pilihan dari bait yang bisa kamu gunakan, seperti distikon, terzina, kuatren, kuint, dan sonata. Manfaatkan bait-bait ini sesuai dengan keinginanmu.

Kembangkan puisi semenarik mungkin

Proses selanjutnya adalah mengembangkan puisimu seindah mungkin. Setiap proses yang sudah kamu lewati akan makin ditingkatkan dengan proses pengembangan ini. Jangan takut, tunjukan kreativitas dan imajinasimu di sini.

Buatlah penutup yang bagus

Akhir yang mengena adalah cara yang baik dalam menutup sebuah puisi. Ini bisa memancing para pembaca untuk membaca puisi lebih dari satu kali.

Kamu juga bisa menunjukan kreativitasmu dan memilih akhir puisi yang justru tidak dapat disangka-sangka oleh pembaca, atau membuat sebuah hal yang berbeda di akhir.